Tiga rumus persen yang paling sering dipakai
Hampir semua soal persen bisa diselesaikan dengan salah satu dari tiga rumus berikut. “Persen” berarti “per seratus”, karena itu setiap rumus membagi atau mengalikan dengan 100.
| Pertanyaan | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Berapa X% dari Y? | X ÷ 100 × Y | 15% dari 80 = 12 |
| X itu berapa persen dari Y? | X ÷ Y × 100 | 30 dari 120 = 25% |
| Perubahan dari X ke Y | (Y − X) ÷ |X| × 100 | dari 50 ke 65 = +30% |
Contoh sehari-hari
Diskon belanja: sepatu seharga Rp 450.000 didiskon 30%. Potongannya 0,30 × 450.000 = Rp 135.000, jadi Anda membayar Rp 315.000. Untuk diskon, pakai pilihan “Naikkan atau turunkan angka” dengan perubahan −30.
Pajak restoran: tagihan makan Rp 250.000 dikenai pajak restoran 10%. Pajaknya 0,10 × 250.000 = Rp 25.000, dan totalnya Rp 275.000.
Nilai ulangan: Anda menjawab benar 42 dari 48 soal. 42 ÷ 48 × 100 = 87,5, jadi nilainya 87,5 dari 100. Untuk tabel nilai lengkap, coba kalkulator nilai ujian.
Kenaikan harga: harga cabai naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram. (60.000 − 40.000) ÷ 40.000 × 100 = 50%, artinya harganya naik 50%.
Kenaikan gaji: gaji Rp 4.500.000 naik 6,5% menjadi 4.500.000 × 1,065 = Rp 4.792.500 per bulan.
Diskon bertingkat tidak dijumlahkan
Label “diskon 50% + 20%” di pusat perbelanjaan bukan berarti diskon 70%. Harga lebih dulu turun menjadi 50% dari harga awal, lalu dipotong 20% lagi dari harga yang sudah turun: 0,50 × 0,80 = 0,40. Anda membayar 40% dari harga awal, jadi diskon totalnya 60%. Baju seharga Rp 500.000 menjadi Rp 200.000, bukan Rp 150.000.
Mencari harga sebelum pajak atau kenaikan
Kesalahan yang umum adalah mengurangi persentase dari harga akhir. Jika harga Rp 132.000 sudah termasuk pajak 10%, harga sebelum pajaknya bukan 132.000 dikurangi 10%, melainkan 132.000 ÷ 1,10 = Rp 120.000. Aturan umumnya: bagi harga akhir dengan (1 + persentase ÷ 100).
Persen atau poin persentase?
Jika suku bunga turun dari 6% menjadi 5,75%, suku bunga itu turun 0,25 poin persentase, tetapi turun sekitar 4,17% dibanding nilai awalnya (0,25 ÷ 6 × 100). Berita tentang suku bunga, inflasi, atau tingkat pengangguran seharusnya memakai “poin persentase” untuk selisih sederhana antara dua persentase. Mencampuradukkan keduanya adalah salah satu kekeliruan paling umum soal persen.
Kenapa naik 50% lalu turun 50% tidak kembali ke awal
Perubahan persen selalu diukur dari nilai awalnya, sehingga kenaikan dan penurunan tidak simetris. Harga Rp 100.000 yang naik 50% menjadi Rp 150.000; jika kemudian turun 50%, harganya Rp 75.000, bukan Rp 100.000. Untuk membatalkan kenaikan sebesar p%, dibutuhkan penurunan sebesar p ÷ (100 + p) × 100 persen: setelah naik 50%, hanya penurunan 33,3% yang mengembalikan harga ke semula.
Trik hitung cepat
- 10%: geser koma satu angka ke kiri. 10% dari 230 = 23.
- 5%: setengah dari 10%. 5% dari 230 = 11,5.
- 1%: geser koma dua angka. 1% dari 230 = 2,3.
- Tukar posisi: X% dari Y sama dengan Y% dari X, jadi 8% dari 50 sama dengan 50% dari 8, yaitu 4.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung persen dari suatu angka?
Bagi persentasenya dengan 100, lalu kalikan dengan angka tersebut. Contohnya, 20% dari 150 = 0,20 × 150 = 30.
Bagaimana mengetahui suatu angka berapa persen dari angka lain?
Bagi bagian dengan keseluruhan, lalu kalikan 100. Contohnya, 45 dari 60 = 45 ÷ 60 × 100 = 75%.
Bagaimana menghitung persentase kenaikan?
Kurangi nilai baru dengan nilai lama, bagi hasilnya dengan nilai lama, lalu kalikan 100. Dari 80 ke 100: (100 − 80) ÷ 80 × 100 = 25%.
Bagaimana menghitung harga setelah diskon?
Kalikan harga dengan (1 − diskon ÷ 100). Barang Rp 200.000 dengan diskon 25% menjadi 200.000 × 0,75 = Rp 150.000. Di kalkulator, pilih “Naikkan atau turunkan angka” dan isi perubahan −25.
Apakah persentase bisa lebih dari 100%?
Bisa. Suatu nilai bisa lebih besar dari acuannya (150 adalah 150% dari 100), dan harga bisa naik lebih dari 100%. Hanya persentase bagian dari keseluruhan yang tetap, seperti bagian soal yang dijawab benar, yang paling tinggi 100%.
Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026