Cara memakai
- Nilai saat ini: rata-rata nilai Anda dari semua komponen sebelum ujian akhir, seperti tugas, kuis, praktikum, dan UTS, dalam skala 0–100. Jika komponen itu punya bobot berbeda, pakai rata-rata berbobotnya.
- Bobot ujian akhir: porsi UAS dalam nilai akhir, misalnya 30%, 40%, atau 50%. Di kampus biasanya tercantum di RPS atau kontrak kuliah; di sekolah, tanyakan ke guru mata pelajaran.
- Target nilai akhir: nilai yang ingin Anda capai, misalnya batas ketuntasan 75 di sekolah atau batas bawah nilai huruf yang Anda incar di kampus.
Rumusnya
Nilai akhir adalah rata-rata berbobot antara nilai saat ini dan nilai ujian akhir:
Nilai akhir = nilai saat ini × (1 − b) + nilai UAS × b
dengan b bobot UAS dalam bentuk desimal (40% = 0,4). Jika dibalik untuk mencari nilai UAS:
Nilai UAS yang dibutuhkan = (target − nilai saat ini × (1 − b)) ÷ b
Contoh perhitungan
Seorang mahasiswa punya komponen nilai tugas 20%, UTS 30%, dan UAS 50%. Nilai tugasnya 85 dan UTS-nya 70, sehingga nilai sebelum UAS adalah (85 × 20 + 70 × 30) ÷ 50 = 76. Ia ingin nilai akhir 80. Bagian di luar UAS menyumbang 76 × 0,5 = 38 poin, jadi masih kurang 80 − 38 = 42 poin dari UAS yang maksimal bernilai 50 poin (100 × 0,5). Nilai UAS yang dibutuhkan adalah 42 ÷ 0,5 = 84.
Begini nilai akhirnya untuk berbagai nilai UAS:
| Nilai UAS | Nilai akhir |
|---|---|
| 50 | 63 |
| 60 | 68 |
| 70 | 73 |
| 80 | 78 |
| 90 | 83 |
| 100 | 88 |
Jika hasilnya lebih dari 100 atau di bawah nol
- Lebih dari 100 berarti target tidak bisa dicapai lewat UAS saja. Dengan nilai saat ini 70 dan bobot UAS 25%, nilai sempurna di UAS hanya membawa nilai akhir ke 77,5, dan target 80 butuh nilai UAS 110. Tanyakan kemungkinan remedial atau tugas tambahan, atau sesuaikan targetnya.
- Nol atau kurang berarti target sudah aman: nilai 0 di UAS pun tetap memenuhinya. Meski begitu, tetap ikuti ujian, karena banyak sekolah dan kampus mensyaratkan kehadiran atau nilai minimal di ujian akhir.
Tips agar perhitungannya tepat
- Pakai rata-rata berbobot. Jika tugas dan UTS punya bobot berbeda, nilai saat ini adalah rata-rata berbobotnya, bukan rata-rata biasa. Hitung seperti contoh di atas.
- Skala lain? Ubah dulu ke skala 0–100. Nilai 8,2 dari skala 10 menjadi 82.
- Kenali batas nilai huruf. Rentang nilai huruf berbeda di setiap kampus, misalnya ada yang menetapkan A mulai 85 dan ada yang mulai 80. Cek buku pedoman akademik sebelum menentukan target.
- Berlaku untuk ujian apa saja. Rumus yang sama bisa dipakai untuk UTS, proyek akhir, atau ujian praktik: masukkan bobot komponen yang masih tersisa.
Untuk menghitung nilai satu ujian dari jumlah jawaban benar, gunakan kalkulator nilai ujian.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa nilai UAS yang saya butuhkan agar tuntas KKM 75?
Masukkan 75 sebagai target. Dengan nilai saat ini 72 dan bobot UAS 40%, Anda butuh (75 − 72 × 0,6) ÷ 0,4 = 79,5 di UAS.
Seberapa besar UAS bisa mengubah nilai akhir?
Sebesar bobotnya. UAS berbobot 30% bisa menggeser nilai akhir hingga 30 poin antara nilai UAS 0 dan 100. Tabel di bawah hasil menunjukkan nilai akhir untuk beberapa nilai UAS.
Bagaimana kalau sistem akademik menghitung UAS sebagai nol?
Masukkan nilai rata-rata dari komponen yang sudah selesai saja. Jika portal akademik menampilkan angka rendah karena UAS dianggap nol, hitung sendiri rata-rata berbobot tugas dan UTS, atau tanyakan ke dosen.
Apakah bisa dipakai untuk UTS atau tugas akhir?
Bisa. Masukkan nilai Anda saat ini, bobot ujian atau tugas yang tersisa, dan targetnya; rumusnya sama untuk komponen terakhir apa pun.
Nilai saya dalam huruf. Bagaimana menghitungnya?
Ubah huruf menjadi angka sesuai rentang di pedoman akademik kampus Anda, misalnya batas bawah atau nilai tengah rentang tersebut, lalu hitung dalam skala 0–100.
Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026