Cara memakai
- Jumlah soal atau poin: skor maksimal ujian. Jika setiap soal punya bobot berbeda, masukkan total poinnya, bukan jumlah soal.
- Jawaban salah atau benar: pilih mana yang lebih cepat dihitung. Setengah poin boleh dipakai untuk jawaban yang benar sebagian.
- Skala penilaian: predikat huruf A sampai E, atau status ketuntasan dengan KKM 75.
- Pembulatan: centang jika sekolah atau kampus Anda membulatkan 84,5 menjadi 85 sebelum menentukan predikat.
Tabel di bawah hasil mencantumkan setiap kemungkinan jumlah salah beserta nilai dan predikatnya, jadi Anda bisa mengoreksi satu kelas tanpa mengetik ulang. Gunakan perintah Cetak di peramban untuk versi kertasnya.
Rumusnya
Nilai = jumlah benar ÷ jumlah soal × 100, dengan jumlah benar = jumlah soal − jumlah salah. Bobot setiap soal adalah 100 ÷ jumlah soal: pada ujian 25 soal, setiap kesalahan mengurangi 4 poin; pada ujian 40 soal, 2,5 poin.
Contoh perhitungan
Ujian berisi 40 soal, dan seorang siswa salah 7:
- Jawaban benar: 40 − 7 = 33
- Nilai: 33 ÷ 40 × 100 = 82,5
- Predikat: B pada skala 85/70/55/40, dan tuntas untuk KKM 75
Karena setiap soal bernilai 2,5, siswa itu hanya kurang satu jawaban benar dari predikat A: salah 6 soal memberi nilai 85.
Berapa soal yang boleh salah?
Jumlah salah terbanyak yang masih memenuhi setiap batas nilai:
| Jumlah soal | Bobot per soal | Nilai 85 (A) | Nilai 75 (KKM) | Nilai 70 (B) | Nilai 55 (C) |
|---|---|---|---|---|---|
| 10 | 10 | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 15 | 6,67 | 2 | 3 | 4 | 6 |
| 20 | 5 | 3 | 5 | 6 | 9 |
| 25 | 4 | 3 | 6 | 7 | 11 |
| 30 | 3,33 | 4 | 7 | 9 | 13 |
| 40 | 2,5 | 6 | 10 | 12 | 18 |
| 50 | 2 | 7 | 12 | 15 | 22 |
| 100 | 1 | 15 | 25 | 30 | 45 |
Ujian berisi 10, 20, 50, atau 100 soal menghasilkan nilai bulat; pada 15 atau 30 soal sebagian nilai jatuh di antara bilangan bulat (13 benar dari 15 soal bernilai 86,67), dan di situlah aturan pembulatan berpengaruh.
Sistem penilaian di Indonesia
Di sekolah, nilai rapor umumnya ditulis dalam skala 0–100. Batas ketuntasan dulu dikenal sebagai KKM (kriteria ketuntasan minimal); dalam Kurikulum Merdeka, setiap sekolah menetapkan kriteria ketercapaian tujuan pembelajarannya sendiri, sering kali tetap di sekitar 70 sampai 75. Di perguruan tinggi, nilai angka diubah menjadi huruf, tetapi rentangnya berbeda-beda: ada kampus yang memakai A, B, C, D, E dengan batas 85, 70, 55, dan 40 seperti pada pilihan di atas, ada pula yang memakai A, A−, B+, B, dan seterusnya, atau A, AB, B, BC, C. Karena itu kalkulator selalu menampilkan nilai angkanya; cocokkan dengan pedoman akademik atau aturan sekolah Anda.
Tips untuk guru
- Bobot soal berbeda: jika pilihan ganda bernilai 1 poin dan esai 5 poin, koreksi berdasarkan total poin, bukan jumlah soal.
- Nilai tambahan: kalkulator membatasi nilai pada skor maksimal; tambahkan bonus secara manual.
- Nilai akhir semester: untuk melihat pengaruh ujian akhir terhadap nilai akhir, pakai kalkulator nilai UAS, dan untuk hitungan persen lainnya kalkulator persen.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung nilai ujian?
Bagi jumlah jawaban benar dengan jumlah soal, lalu kalikan 100. Benar 21 dari 25 soal: 21 ÷ 25 × 100 = 84.
Berapa nilai setiap soal?
Seratus dibagi jumlah soal. Pada ujian 20 soal setiap soal bernilai 5, dan pada ujian 25 soal bernilai 4.
Salah 7 dari 40 soal, berapa nilainya?
Benarnya 33 dari 40, jadi nilainya 82,5. Itu predikat B pada skala 85/70/55/40 dan sudah tuntas untuk KKM 75.
Apakah 74,5 dibulatkan menjadi 75?
Tergantung aturan sekolah atau kampus. Banyak guru membulatkan ke bilangan bulat terdekat sehingga 74,5 menjadi 75, tetapi ada juga yang mensyaratkan nilai 75 penuh. Centang atau kosongkan pilihan pembulatan sesuai aturan Anda.
Bagaimana mencetak tabel nilainya?
Tabel otomatis terbuka di bawah hasil. Gunakan perintah Cetak di peramban (Ctrl+P atau Cmd+P), atau salin tabelnya ke spreadsheet.
Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026