Apa itu QR code?
QR code adalah barcode dua dimensi: kisi kotak-kotak kecil hitam dan putih (modul) yang menyimpan link atau teks. Tiga kotak besar di sudut memberi tahu kamera di mana letak kode dan ke arah mana kode diputar, sedangkan koreksi kesalahan bawaan membuat kode tetap terbaca walau sebagian kotor atau tergores. QR code adalah standar terbuka (ISO/IEC 18004), dan kamera sebagian besar ponsel sekarang bisa membacanya tanpa aplikasi tambahan.
Barcode batang (garis-garis) di kemasan produk adalah jenis lain yang hanya memuat angka; buat di generator barcode batang (berbahasa Inggris). Untuk produk yang dijual di toko ritel, nomor EAN resminya didapat dari GS1 Indonesia, bukan digambar sendiri.
Cara membuat QR code
- Teks atau link: tempel link website, Google Form, Instagram, atau Google Maps, tulis teks apa saja, atau pakai salah satu format di bawah (Wi-Fi, telepon, email). Awali link dengan
https://agar ponsel langsung menawarkan untuk membukanya. - Koreksi kesalahan: level M cukup untuk hampir semua keperluan; pilih H kalau ada logo di tengah, atau kode akan dicetak di kemasan atau spanduk luar ruangan.
- Ukuran unduhan: ukuran piksel yang ditulis di file SVG. SVG adalah gambar vektor, jadi tetap tajam dicetak sebesar apa pun; angka ini hanya ukuran awal di aplikasi desain.
Tekan Buat QR, periksa kodenya di layar, lalu tekan Unduh SVG. Kalau sebuah aplikasi hanya menerima PNG atau JPG, buka file SVG-nya di editor gambar (atau Canva) lalu ekspor.
Gratis selamanya — benarkah tidak kedaluwarsa?
Benar. Alat ini membuat QR code statis: link atau teks tersimpan di dalam kode itu sendiri, tanpa server perantara. Banyak situs “QR code gratis” sebenarnya membuat link yang lewat layanan pengalihan milik mereka, lalu mematikannya ketika masa uji coba habis atau meminta langganan agar tetap aktif. Kode statis tidak bergantung pada siapa pun: selama link di dalamnya masih hidup, kodenya tetap berfungsi.
Kekurangannya, kode tidak bisa diedit setelah dicetak. Kalau link berubah, buat kode baru. Kalau isinya sering berubah (menu, daftar harga), arahkan kode ke halaman milik Anda yang bisa diperbarui kapan saja.
Apa saja yang bisa dijadikan QR code?
- Link website, Google Form, Instagram, atau TikTok: salin link dari tombol “Bagikan” atau bilah alamat, lalu tempel apa adanya.
- WhatsApp: buat link chat di buat link WA, lalu tekan “Buat QR code untuk link ini” — halaman ini terbuka dengan link sudah terisi. Siapa pun yang memindai kodenya langsung masuk ke chat dengan Anda tanpa menyimpan nomor.
- Wi-Fi:
WIFI:T:WPA;S:NamaWiFi;P:KataSandi;;— ganti NamaWiFi dengan nama jaringan dan KataSandi dengan sandinya. Saat dipindai, ponsel menawarkan untuk tersambung tanpa mengetik sandi. Untuk Wi-Fi tanpa sandi, pakaiT:nopass. Jika nama atau sandi mengandung; , : \, beri garis miring terbalik\di depan karakter itu. - Lokasi (barcode Maps): di Google Maps, ketuk tempatnya, pilih “Bagikan”, lalu salin link-nya; atau tulis koordinat seperti
geo:-6.1754,106.8272(Monas, Jakarta). - File PDF, foto, atau video: filenya sendiri tidak muat — kapasitas QR code kurang dari 3.000 byte. Unggah file ke Google Drive atau YouTube, atur aksesnya menjadi “Siapa saja yang memiliki link”, lalu jadikan link berbaginya QR code.
- Menu warung, kafe, dan restoran: masukkan link menu (halaman atau PDF di Drive) ke kode, lalu tempel di meja dan etalase.
- Telepon atau email:
tel:diikuti nomor dengan format internasional (+62…), danmailto:nama@example.comuntuk email.
Yang tidak bisa dibuat di sini: QRIS dan QR MyPertamina
QRIS adalah standar QR pembayaran dari Bank Indonesia. Kode QRIS sebuah toko diterbitkan oleh bank atau penyedia jasa pembayaran tempat toko itu terdaftar, karena kode itu memuat data pedagang yang terverifikasi. Generator apa pun, termasuk ini, tidak bisa membuat QRIS yang sah — kalau Anda ingin menerima pembayaran QRIS, daftarlah ke bank atau dompet digital Anda.
Begitu juga QR code MyPertamina untuk membeli Pertalite atau Solar subsidi: kode itu didapat setelah kendaraan terdaftar di program Subsidi Tepat MyPertamina, tidak dibuat sendiri.
Contoh: QR Wi-Fi untuk warung kopi
Sebuah warung kopi ingin pelanggan bisa tersambung ke Wi-Fi tanpa harus menanyakan sandinya. Nama jaringannya WarungKopi dan sandinya kopisusu2026, jadi yang ditulis di alat ini:
WIFI:T:WPA;S:WarungKopi;P:kopisusu2026;;
Teks itu 40 byte, karena setiap huruf, angka, dan tanda baca Latin memakan satu byte. Ditambah penanda mode (4 bit) dan panjang teks (8 bit), dibutuhkan 332 bit. Di level M alat ini memilih versi terkecil yang cukup: versi 3, 29 × 29 modul, dengan 44 codeword data dan 26 codeword koreksi kesalahan, menyisakan ruang 2 byte saja. Kode selebar 5 cm yang ditempel di meja terbaca nyaman dari jarak sekitar setengah meter.
Tingkat koreksi kesalahan
| Level | Kerusakan yang bisa dipulihkan | Penggunaan umum |
|---|---|---|
| L | sekitar 7% | Layar, kode besar, kapasitas maksimum |
| M | sekitar 15% | Cetakan sehari-hari — pilihan biasa |
| Q | sekitar 25% | Label industri, kode kecil di kemasan |
| H | sekitar 30% | Logo di tengah, luar ruangan, permukaan kotor |
Koreksi kesalahan memakan kapasitas: teks yang sama di level H bisa butuh kode dua atau tiga versi lebih besar daripada di level L.
Berapa banyak teks yang muat?
Teks disimpan dalam UTF-8: huruf Latin dan angka satu byte, huruf beraksen dua byte, emoji empat byte. Kapasitas dalam byte per versi dan level:
| Versi | Modul | L | M | Q | H |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 21 × 21 | 17 | 14 | 11 | 7 |
| 2 | 25 × 25 | 32 | 26 | 20 | 14 |
| 3 | 29 × 29 | 53 | 42 | 32 | 24 |
| 4 | 33 × 33 | 78 | 62 | 46 | 34 |
| 5 | 37 × 37 | 106 | 84 | 60 | 44 |
| 6 | 41 × 41 | 134 | 106 | 74 | 58 |
| 8 | 49 × 49 | 192 | 152 | 108 | 84 |
| 10 | 57 × 57 | 271 | 213 | 151 | 119 |
Versi terbesar, versi 40 (177 × 177 modul), memuat 2.953 byte di level L. Meski begitu, makin pendek teksnya makin sederhana dan mudah dipindai kodenya — pakai link sependek mungkin.
Agar tetap terbaca setelah dicetak
- Ukuran: kode terbaca nyaman dari jarak sekitar sepuluh kali lebarnya: kode 2 cm dari 20 cm, sedangkan spanduk yang dipindai dari 3 meter butuh sekitar 30 cm.
- Margin: standarnya mewajibkan tepi putih selebar empat modul di sekeliling kode. File SVG sudah menyertakannya — jangan dipotong.
- Kontras: modul gelap di atas latar terang. Kode terbalik (putih di atas hitam) atau berwarna pastel gagal dibaca banyak pemindai.
- Uji coba: pindai dengan dua ponsel berbeda sebelum mencetak ratusan lembar, atau buka file yang diunduh di pemindai QR code, yang membaca gambarnya dan menampilkan isi kode apa adanya.
Peramban Anda membuat kode tanpa mengirimnya ke mana pun, jadi alat ini aman untuk sandi Wi-Fi dan link pribadi. Untuk sandi Wi-Fi yang kuat, coba generator password.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah membuat QR code di sini benar-benar gratis selamanya?
Ya. Kode dibuat di peramban Anda, tanpa akun, watermark, iklan di kode, atau batas jumlah. Link tersimpan di dalam kode itu sendiri, jadi tidak ada server yang bisa mematikannya atau meminta langganan nanti.
Bagaimana cara membuat QR code WA?
Buka alat buat link WA, masukkan nomor Anda, lalu tekan “Buat QR code untuk link ini”. Halaman ini terbuka dengan link siap pakai, tinggal unduh kodenya. Yang memindai langsung masuk ke chat dengan Anda.
Bisakah membuat QR code dari link Google Form?
Bisa. Di Google Form, tekan Kirim, pilih ikon link, salin link-nya (boleh yang dipersingkat), lalu tempel di sini. Peserta cukup memindai kode untuk membuka formulir.
Bisakah saya membuat QRIS untuk pembayaran di sini?
Tidak. QRIS diterbitkan oleh bank atau penyedia pembayaran yang mendaftarkan toko Anda, karena memuat data pedagang terverifikasi. Generator ini hanya membuat QR code biasa untuk link dan teks.
Berapa ukuran cetak QR code yang pas?
Kira-kira sepersepuluh jarak pindai: 2–3 cm untuk kartu nama yang dipegang, 10 cm untuk etalase toko, dan 30 cm atau lebih untuk spanduk yang dipindai dari jauh.
Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2026