Cara memakai kalkulator BMI
- Pilih satuan: metrik (cm dan kg) atau satuan Amerika (kaki, inci, pon).
- Isi tinggi badan tanpa alas kaki, berdiri tegak.
- Isi berat badan, sebaiknya ditimbang pagi hari sebelum makan.
Buka tabel di bawah hasil untuk melihat batas berat badan setiap kategori pada tinggi Anda.
Rumus BMI
BMI (body mass index), dalam istilah Kemenkes disebut indeks massa tubuh (IMT), membandingkan berat dengan tinggi badan:
BMI = berat badan (kg) ÷ tinggi badan (m)²
Indeks ini dikembangkan oleh matematikawan Belgia Adolphe Quetelet pada 1830-an dan dinamai “body mass index” oleh fisiolog Ancel Keys pada 1972 sebagai pengganti praktis ukuran lemak tubuh dalam penelitian populasi.
Contoh: tinggi 165 cm dan berat 60 kg memberi BMI 60 ÷ 1,65² = 60 ÷ 2,7225 ≈ 22,0, termasuk normal. Pada tinggi itu, rentang normalnya sekitar 50,4 kg (BMI 18,5) hingga 62,3 kg (BMI 22,9).
Klasifikasi BMI untuk orang Indonesia
Kalkulator ini memakai klasifikasi Asia-Pasifik yang dipakai dalam Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Obesitas Dewasa dari Kementerian Kesehatan (KMK HK.01.07/MENKES/509/2025). Ambangnya lebih rendah daripada standar WHO global, karena pada BMI yang sama orang Asia cenderung memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi dan risiko diabetes tipe 2 serta penyakit jantung muncul pada berat badan yang lebih rendah.
| BMI | Asia-Pasifik (Kemenkes) | WHO global |
|---|---|---|
| Di bawah 18,5 | Berat badan kurang | Berat badan kurang |
| 18,5 – 22,9 | Normal | Normal |
| 23 – 24,9 | Berat badan lebih (berisiko) | Normal |
| 25 – 29,9 | Obesitas I | Berat badan lebih |
| 30 atau lebih | Obesitas II | Obesitas |
Contohnya, tinggi 160 cm dengan berat 62 kg menghasilkan BMI 24,2. Menurut WHO global itu masih normal, tetapi menurut klasifikasi Asia-Pasifik sudah masuk berat badan lebih. Tinggi 170 cm dengan berat 80 kg (BMI 27,7) tergolong obesitas I di sini, sedangkan WHO global menyebutnya berat badan lebih.
Anda mungkin juga menemukan tabel lama Kemenkes yang menyebut normal sampai 25,0, gemuk 25,1–27,0, dan obesitas di atas 27. Tabel itu dipakai di banyak materi gizi dan survei kesehatan sebelumnya; untuk pelayanan klinis, pedoman terbaru memakai ambang Asia-Pasifik di atas.
BMI Prime di sini adalah BMI dibagi 23, batas atas rentang normal Asia-Pasifik. Nilai 1,00 tepat di batas itu, dan 1,20 berarti 20% di atasnya.
Contoh rentang berat badan untuk tinggi 165 cm
| Kategori | Berat badan |
|---|---|
| Berat badan kurang | Di bawah 50,4 kg |
| Normal | 50,4 – 62,3 kg |
| Berat badan lebih (berisiko) | 62,6 – 67,8 kg |
| Obesitas I | 68,1 – 81,4 kg |
| Obesitas II | 81,7 kg atau lebih |
Yang tidak bisa diukur BMI
- Otot dan lemak. BMI tidak membedakan keduanya, sehingga orang berotot bisa tergolong berat badan lebih walau lemaknya sedikit. Perkiraan lemak tubuh memberi gambaran tambahan.
- Letak lemak. Lemak di perut lebih berisiko. Kemenkes memakai lingkar pinggang di atas 90 cm pada laki-laki dan di atas 80 cm pada perempuan sebagai tanda obesitas sentral.
- Usia dan jenis kelamin. Lansia cenderung kehilangan massa otot, dan pada BMI yang sama perempuan umumnya memiliki lemak tubuh lebih tinggi daripada laki-laki.
Anak, remaja, dan kehamilan
Kategori dewasa di atas tidak berlaku untuk anak dan remaja. Untuk usia 5–18 tahun, BMI dibandingkan dengan anak seusia dan sejenis kelamin memakai standar antropometri anak dari Kemenkes (indikator IMT menurut umur). Tanyakan kepada dokter anak atau tenaga kesehatan di puskesmas. BMI juga tidak dipakai selama hamil; dokter atau bidan menggunakan BMI sebelum hamil untuk menentukan kenaikan berat badan yang dianjurkan.
Kapan perlu ke tenaga kesehatan
Jika BMI Anda masuk kategori kurang, berat badan lebih, atau obesitas, atau berat badan berubah tanpa sebab yang jelas, konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat menilai gambaran yang lebih lengkap, seperti lingkar pinggang, tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan riwayat keluarga.
Penting: hasilnya perkiraan untuk informasi umum dan bukan nasihat medis. Hasil ini tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter, bidan, ahli gizi, atau tenaga kesehatan lainnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa BMI normal untuk orang Indonesia?
Menurut klasifikasi Asia-Pasifik yang dipakai Kemenkes dalam pedoman obesitas dewasa, BMI normal adalah 18,5 sampai 22,9. BMI 23–24,9 sudah tergolong berat badan lebih dengan risiko meningkat, dan mulai 25 tergolong obesitas.
Mengapa batasnya berbeda dengan standar WHO?
WHO global memakai batas 25 untuk berat badan lebih dan 30 untuk obesitas. Penelitian menunjukkan populasi Asia memiliki lemak tubuh lebih tinggi dan risiko penyakit metabolik pada BMI yang lebih rendah, sehingga WHO kawasan Pasifik Barat dan Kemenkes memakai ambang 23 dan 25.
Apakah BMI akurat untuk orang berotot?
Sering tidak. BMI menghitung semua berat sama saja, sehingga orang dengan banyak otot bisa masuk kategori berat badan lebih atau obesitas meskipun lemaknya sedikit. Pengukuran lemak tubuh atau lingkar pinggang lebih membantu bagi mereka.
Bisakah kalkulator ini dipakai untuk anak?
Tidak. Anak dan remaja dinilai dengan IMT menurut umur dan jenis kelamin berdasarkan standar antropometri anak, bukan dengan kategori dewasa. Hasil kategori dewasa akan menyesatkan.
Apakah rumus BMI sama untuk laki-laki dan perempuan?
Rumus dan batas kategorinya sama. Penafsirannya sedikit berbeda, karena perempuan umumnya memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi daripada laki-laki pada BMI yang sama.
Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026