Cara memakai kalkulator bunga majemuk
- Setoran awal: uang yang Anda tanam di awal. Boleh nol.
- Setoran rutin per bulan: tambahan setiap bulan, dihitung masuk di akhir bulan seperti autodebet setelah gajian.
- Bunga atau imbal hasil per tahun: untuk deposito, pakai bunga bersih setelah pajak; untuk reksa dana atau saham, pakai perkiraan jangka panjang yang hati-hati.
- Lama berinvestasi dan frekuensi pemajemukan: seberapa lama dan seberapa sering bunga ditambahkan ke saldo lalu ikut berbunga.
Rumus bunga majemuk
Untuk satu kali setoran:
NA = P × (1 + r/n)n × t
NA adalah nilai akhir, P setoran awal, r bunga tahunan dalam desimal, n berapa kali bunga dimajemukkan dalam setahun, dan t jumlah tahun. Setoran bulanan S menambah nilai akhir anuitas:
NAsetoran = S × ((1 + i)m − 1) ÷ i
dengan i bunga per bulan dan m jumlah bulan. Bila bunga dimajemukkan bulanan, i = r ÷ 12. Untuk pemajemukan harian, kuartalan, atau tahunan, kalkulator mengubah bunga tahunan menjadi bunga bulanan yang setara, i = (1 + r/n)n/12 − 1, agar setoran awal dan setoran rutin diperlakukan sama.
Contoh perhitungan
Anda menaruh Rp 10 juta hari ini dan menambah Rp 1 juta setiap akhir bulan selama 10 tahun, dengan imbal hasil 6% per tahun yang dimajemukkan bulanan.
- Rp 10 juta tumbuh menjadi Rp 18.193.967.
- 120 kali setoran Rp 1 juta tumbuh menjadi Rp 163.879.347.
- Saldo akhir Rp 182.073.314: Rp 130 juta adalah uang Anda sendiri dan Rp 52.073.314 hasil bunga.
Seberapa penting frekuensi pemajemukan?
Pengaruhnya lebih kecil daripada yang sering dibayangkan. Rp 100 juta dengan bunga nominal 6% selama 10 tahun:
| Pemajemukan | Saldo setelah 10 tahun | Bunga efektif per tahun |
|---|---|---|
| Tahunan | Rp 179.084.770 | 6% |
| Per kuartal | Rp 181.401.841 | 6,14% |
| Bulanan | Rp 181.939.673 | 6,17% |
| Harian | Rp 182.202.895 | 6,18% |
Besarnya bunga dan lamanya waktu jauh lebih menentukan daripada jadwal pemajemukan.
Waktu adalah pengungkit terbesar
Menabung Rp 1 juta per bulan dengan imbal hasil 7% per tahun:
| Lama | Total setoran | Hasil bunga | Saldo |
|---|---|---|---|
| 10 tahun | Rp 120.000.000 | Rp 53.084.807 | Rp 173.084.807 |
| 20 tahun | Rp 240.000.000 | Rp 280.926.660 | Rp 520.926.660 |
| 30 tahun | Rp 360.000.000 | Rp 859.970.996 | Rp 1.219.970.996 |
Dari 20 ke 30 tahun, setoran hanya bertambah Rp 120 juta, tetapi saldonya lebih dari dua kali lipat.
Aturan 72
Untuk perkiraan cepat, bagi 72 dengan imbal hasil tahunan untuk mendapat perkiraan berapa tahun uang menjadi dua kali lipat. Pada 6%, 72 ÷ 6 = 12 tahun; pada 8%, sekitar 9 tahun.
Yang belum dihitung
- Pajak. Bunga deposito dan tabungan dikenai PPh final 20% (kecuali saldo kecil sampai Rp 7,5 juta), jadi deposito 4,5% sebenarnya memberi sekitar 3,6% bersih. Kupon SBN ritel dikenai PPh final 10%, sedangkan keuntungan reksa dana bukan objek pajak bagi pemegang unit.
- Inflasi. Rp 1 miliar 30 tahun lagi tidak akan senilai Rp 1 miliar hari ini. Kalkulator dana pensiun menampilkan hasil dalam nilai uang hari ini.
- Biaya dan fluktuasi. Biaya pengelolaan mengurangi hasil, dan imbal hasil investasi pasar tidak datang merata; ada tahun yang negatif.
Simpanan bank dijamin LPS hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank, selama bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Anggap hasil di atas sebagai perkiraan perencanaan, bukan janji imbal hasil atau nasihat investasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda bunga tunggal dan bunga majemuk?
Bunga tunggal hanya dihitung dari modal awal, sedangkan bunga majemuk juga dihitung dari bunga yang sudah terkumpul, sehingga saldonya tumbuh makin cepat. Bandingkan keduanya dengan kalkulator bunga tunggal.
Apakah pemajemukan harian jauh lebih menguntungkan?
Tidak banyak dibanding bulanan. Pada bunga 6%, bunga efektifnya sekitar 6,17% untuk bulanan dan 6,18% untuk harian. Besaran bunga dan lamanya waktu jauh lebih berpengaruh.
Imbal hasil berapa yang sebaiknya saya masukkan?
Untuk deposito, pakai bunga bersih setelah pajak. Untuk reksa dana atau saham tidak ada angka pasti, jadi coba beberapa skenario, misalnya 5%, 7%, dan 9%, untuk melihat rentang hasilnya.
Apakah setoran dihitung di awal atau akhir bulan?
Di akhir bulan. Jika Anda menyetor di awal bulan, setiap setoran mendapat bunga satu bulan lebih lama, sehingga saldo sebenarnya sedikit lebih besar dari hasil di sini.
Apakah bunga deposito dimajemukkan?
Jika deposito diperpanjang otomatis beserta bunganya (ARO pokok plus bunga), bunganya ikut berbunga. Jika bunga dibayarkan ke rekening tabungan setiap bulan, deposito berperilaku seperti bunga tunggal.
Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026