Cara memakai kalkulator bunga tunggal
- Modal awal: uang yang dipinjam atau disimpan.
- Suku bunga per tahun: persentase bunga setahun. Walaupun jangka waktunya pendek, bunga tunggal hampir selalu dinyatakan per tahun.
- Waktu dan satuannya: lama pinjaman atau simpanan dalam tahun, bulan, atau hari.
Hasilnya berupa besar bunga, modal akhir (modal awal ditambah bunga), bunga per tahun dan per hari, serta perbandingan dengan bunga majemuk tahunan pada suku bunga yang sama.
Rumus bunga tunggal
B = M × p × t
B adalah bunga, M modal awal, p suku bunga per tahun dalam desimal (6% = 0,06), dan t waktu dalam tahun. Bulan dibagi 12 dan hari dibagi 365 untuk dijadikan tahun. Modal akhirnya Makhir = M + B = M × (1 + p × t). Dalam pelajaran aritmetika sosial di SMP, rumus untuk n bulan sering ditulis B = n/12 × p% × M, yang hasilnya sama.
Rumus yang sama bisa dibalik untuk mencari nilai yang belum diketahui:
- Modal: M = B ÷ (p × t)
- Suku bunga: p = B ÷ (M × t)
- Waktu: t = B ÷ (M × p)
Contoh soal
Dalam tahun: modal Rp 10.000.000 dengan bunga 6% per tahun selama 3 tahun menghasilkan bunga 10.000.000 × 0,06 × 3 = Rp 1.800.000, sehingga modal akhirnya Rp 11.800.000.
Dalam bulan: Rp 10.000.000 dengan bunga 5% selama 18 bulan: t = 18 ÷ 12 = 1,5 tahun, jadi B = 10.000.000 × 0,05 × 1,5 = Rp 750.000.
Dalam hari: Rp 1.000.000 dengan bunga 3,65% selama 100 hari: B = 1.000.000 × 0,0365 × 100 ÷ 365 = Rp 10.000, tepat Rp 100 per hari.
Mencari suku bunga: pinjaman Rp 2.000.000 dengan bunga Rp 240.000 selama 2 tahun berarti p = 240.000 ÷ (2.000.000 × 2) = 0,06, atau 6% per tahun.
Bunga tunggal vs bunga majemuk
Pada bunga tunggal, bunga setiap tahun sama besar karena selalu dihitung dari modal awal. Pada bunga majemuk, bunga tiap tahun ditambahkan ke saldo dan ikut berbunga. Dalam beberapa bulan selisihnya kecil, tetapi dalam puluhan tahun sangat besar. Untuk Rp 100 juta dengan bunga 6%:
| Tahun | Bunga tunggal | Bunga majemuk (tahunan) | Selisih |
|---|---|---|---|
| 1 | Rp 6.000.000 | Rp 6.000.000 | Rp 0 |
| 5 | Rp 30.000.000 | Rp 33.822.558 | Rp 3.822.558 |
| 10 | Rp 60.000.000 | Rp 79.084.770 | Rp 19.084.770 |
| 20 | Rp 120.000.000 | Rp 220.713.547 | Rp 100.713.547 |
| 30 | Rp 180.000.000 | Rp 474.349.117 | Rp 294.349.117 |
Lihat pertumbuhan tabungan dengan bunga berbunga di kalkulator bunga majemuk.
Di mana bunga tunggal dipakai?
- Bunga flat pada kredit. KTA, kredit motor, dan kredit mobil yang memakai bunga flat sebenarnya menghitung bunga tunggal dari pokok awal untuk seluruh tenor, lalu membaginya rata per bulan. Simulasikan cicilannya di simulasi kredit mobil dan motor.
- Simpan pinjam koperasi dan pinjaman antarperorangan yang menyepakati persentase bunga tetap per bulan atau per tahun.
- Deposito yang bunganya dibayarkan ke rekening tabungan setiap bulan, sehingga pokoknya tidak ikut bertambah.
- Kupon obligasi dan SBN ritel, yang dibayarkan berkala dari nilai nominal dan tidak ditambahkan ke pokok.
Kalkulator ini memakai 365 hari setahun. Beberapa perjanjian memakai konvensi 360 hari, yang menghasilkan bunga sekitar 1,4% lebih besar dalam setahun. Hasilnya perkiraan; dokumen pinjaman atau simpanan Anda yang menentukan angka pastinya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk?
Bunga tunggal selalu dihitung dari modal awal, sehingga bertambah dengan jumlah yang sama setiap periode. Bunga majemuk dihitung dari modal ditambah bunga yang sudah terkumpul, sehingga tumbuh makin cepat.
Bagaimana menghitung bunga tunggal per bulan?
Bagi jumlah bulan dengan 12 untuk mendapatkan tahun, lalu pakai B = M × p × t. Misalnya Rp 4.000.000 dengan bunga 9% selama 8 bulan: 4.000.000 × 0,09 × 8/12 = Rp 240.000.
Bagaimana mencari suku bunga jika bunganya diketahui?
Gunakan p = B ÷ (M × t). Jika Rp 3.000.000 menghasilkan bunga Rp 180.000 dalam 2 tahun, p = 180.000 ÷ 6.000.000 = 0,03, atau 3% per tahun.
Apakah bunga flat sama dengan bunga tunggal?
Ya, bunga flat menghitung bunga tunggal dari pokok awal sepanjang tenor. Karena pokok yang sebenarnya terus berkurang, beban bunga efektifnya hampir dua kali angka flat per tahun.
Bagaimana cara mencari modal akhir?
Tambahkan bunga ke modal awal: modal akhir = M × (1 + p × t). Rp 5.000.000 dengan bunga 8% selama 2 tahun menjadi 5.000.000 × 1,16 = Rp 5.800.000.
Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026