Kalkulator bunga tunggal: bunga dan modal akhir

Bunga tunggal hanya dihitung dari modal awal. Masukkan modal, suku bunga per tahun, dan lama waktunya untuk mendapatkan besar bunga dan modal akhir, lengkap dengan langkah perhitungannya.

Satuan waktuHari dikonversi dengan 365 hari per tahun.
BungaRp 1.800.000
Modal akhirRp 11.800.000
  • Modal awal: Rp 10.000.000 (85%)
  • Bunga: Rp 1.800.000 (15%)
Waktu dalam tahun3
Bunga per tahunRp 600.000
Bunga per hariRp 1.644
Bunga majemuk (dimajemukkan tahunan)Rp 1.910.160
Selisih dengan bunga majemukRp 110.160

B = M × p × t = Rp 10.000.000 × 0,06 × 3 = Rp 1.800.000. Modal akhir = M + B = M × (1 + p × t).

Dihitung di perangkat Anda · rumus diuji dengan hasil yang sudah diketahui · Cara kami menguji

Cara memakai kalkulator bunga tunggal

  1. Modal awal: uang yang dipinjam atau disimpan.
  2. Suku bunga per tahun: persentase bunga setahun. Walaupun jangka waktunya pendek, bunga tunggal hampir selalu dinyatakan per tahun.
  3. Waktu dan satuannya: lama pinjaman atau simpanan dalam tahun, bulan, atau hari.

Hasilnya berupa besar bunga, modal akhir (modal awal ditambah bunga), bunga per tahun dan per hari, serta perbandingan dengan bunga majemuk tahunan pada suku bunga yang sama.

Rumus bunga tunggal

B = M × p × t

B adalah bunga, M modal awal, p suku bunga per tahun dalam desimal (6% = 0,06), dan t waktu dalam tahun. Bulan dibagi 12 dan hari dibagi 365 untuk dijadikan tahun. Modal akhirnya Makhir = M + B = M × (1 + p × t). Dalam pelajaran aritmetika sosial di SMP, rumus untuk n bulan sering ditulis B = n/12 × p% × M, yang hasilnya sama.

Rumus yang sama bisa dibalik untuk mencari nilai yang belum diketahui:

Contoh soal

Dalam tahun: modal Rp 10.000.000 dengan bunga 6% per tahun selama 3 tahun menghasilkan bunga 10.000.000 × 0,06 × 3 = Rp 1.800.000, sehingga modal akhirnya Rp 11.800.000.

Dalam bulan: Rp 10.000.000 dengan bunga 5% selama 18 bulan: t = 18 ÷ 12 = 1,5 tahun, jadi B = 10.000.000 × 0,05 × 1,5 = Rp 750.000.

Dalam hari: Rp 1.000.000 dengan bunga 3,65% selama 100 hari: B = 1.000.000 × 0,0365 × 100 ÷ 365 = Rp 10.000, tepat Rp 100 per hari.

Mencari suku bunga: pinjaman Rp 2.000.000 dengan bunga Rp 240.000 selama 2 tahun berarti p = 240.000 ÷ (2.000.000 × 2) = 0,06, atau 6% per tahun.

Bunga tunggal vs bunga majemuk

Pada bunga tunggal, bunga setiap tahun sama besar karena selalu dihitung dari modal awal. Pada bunga majemuk, bunga tiap tahun ditambahkan ke saldo dan ikut berbunga. Dalam beberapa bulan selisihnya kecil, tetapi dalam puluhan tahun sangat besar. Untuk Rp 100 juta dengan bunga 6%:

TahunBunga tunggalBunga majemuk (tahunan)Selisih
1Rp 6.000.000Rp 6.000.000Rp 0
5Rp 30.000.000Rp 33.822.558Rp 3.822.558
10Rp 60.000.000Rp 79.084.770Rp 19.084.770
20Rp 120.000.000Rp 220.713.547Rp 100.713.547
30Rp 180.000.000Rp 474.349.117Rp 294.349.117

Lihat pertumbuhan tabungan dengan bunga berbunga di kalkulator bunga majemuk.

Di mana bunga tunggal dipakai?

Kalkulator ini memakai 365 hari setahun. Beberapa perjanjian memakai konvensi 360 hari, yang menghasilkan bunga sekitar 1,4% lebih besar dalam setahun. Hasilnya perkiraan; dokumen pinjaman atau simpanan Anda yang menentukan angka pastinya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk?

Bunga tunggal selalu dihitung dari modal awal, sehingga bertambah dengan jumlah yang sama setiap periode. Bunga majemuk dihitung dari modal ditambah bunga yang sudah terkumpul, sehingga tumbuh makin cepat.

Bagaimana menghitung bunga tunggal per bulan?

Bagi jumlah bulan dengan 12 untuk mendapatkan tahun, lalu pakai B = M × p × t. Misalnya Rp 4.000.000 dengan bunga 9% selama 8 bulan: 4.000.000 × 0,09 × 8/12 = Rp 240.000.

Bagaimana mencari suku bunga jika bunganya diketahui?

Gunakan p = B ÷ (M × t). Jika Rp 3.000.000 menghasilkan bunga Rp 180.000 dalam 2 tahun, p = 180.000 ÷ 6.000.000 = 0,03, atau 3% per tahun.

Apakah bunga flat sama dengan bunga tunggal?

Ya, bunga flat menghitung bunga tunggal dari pokok awal sepanjang tenor. Karena pokok yang sebenarnya terus berkurang, beban bunga efektifnya hampir dua kali angka flat per tahun.

Bagaimana cara mencari modal akhir?

Tambahkan bunga ke modal awal: modal akhir = M × (1 + p × t). Rp 5.000.000 dengan bunga 8% selama 2 tahun menjadi 5.000.000 × 1,16 = Rp 5.800.000.

Pasang kalkulator ini di situs Anda

Gratis untuk situs web atau blog mana pun. Tempel kode ini di tempat kalkulator ingin ditampilkan:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026

Menu

Kategori

Kalkulator keuangan13 kalkulatorKalkulator bisnis dan belanja5 kalkulatorKalkulator kesehatan dan kebugaran6 kalkulatorKalkulator matematika dan sekolah6 kalkulatorKalkulator tanggal dan waktu6 kalkulatorHitung mundur ke hari-hari penting8 kalkulatorAlat bantu sehari-hari4 kalkulator

CalcWorthy

Tentang kamiKontakKebijakan privasiSyarat penggunaan

Bahasa

Bahasa
Bahasa IndonesiaIndonesianEnglishEnglishالعربيةArabicDeutschGermanEspañolSpanishFrançaisFrenchहिन्दीHindiItalianoItalian日本語Japanese한국어KoreanNederlandsDutchPolskiPolishPortuguêsPortugueseРусскийRussianTürkçeTurkishTiếng ViệtVietnamese