Kalkulator anggaran bulanan dengan aturan 50/30/20

Masukkan penghasilan bersih per bulan untuk melihat cara aturan 50/30/20 membaginya ke kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Biaya hidup di kota Anda tinggi atau gaji masih di sekitar UMR? Pilih pembagian alternatif.

Gaji yang diterima setelah PPh 21 dan potongan BPJS. Tambahkan kembali potongan yang sebenarnya tabungan atau kebutuhan, seperti iuran DPLK.
Kebutuhan / keinginan / tabungan dan pelunasan utang.
KebutuhanRp 3.500.000
KeinginanRp 2.100.000
Tabungan & pelunasan utangRp 1.400.000
  • Kebutuhan: Rp 3.500.000 (50%)
  • Keinginan: Rp 2.100.000 (30%)
  • Tabungan: Rp 1.400.000 (20%)
Penghasilan bersih setahun (12 bulan)Rp 84.000.000
Kebutuhan per tahunRp 42.000.000
Keinginan per tahunRp 25.200.000
Tabungan per tahunRp 16.800.000
Target dana darurat (3–6 bulan kebutuhan)Rp 10.500.000 – Rp 21.000.000

Kebutuhan adalah tagihan yang wajib dibayar, keinginan adalah semua yang sebenarnya opsional, dan tabungan mencakup menabung, berinvestasi, serta membayar utang di atas cicilan minimum. Cicilan minimum termasuk kebutuhan. Menabung Rp 1.400.000 per bulan berarti Rp 16.800.000 per tahun, sebelum imbal hasil.

Dihitung di perangkat Anda · rumus diuji dengan hasil yang sudah diketahui · Cara kami menguji

Cara kerja aturan 50/30/20

Aturan 50/30/20 adalah cara sederhana menyusun anggaran tanpa mencatat puluhan pos. Aturan ini dipopulerkan oleh Elizabeth Warren dan putrinya, Amelia Warren Tyagi, dalam buku All Your Worth (2005). Penghasilan bersih dibagi menjadi tiga pos:

Gunakan gaji bersih yang masuk ke rekening, bukan gaji kotor. Jika kantor memotong iuran DPLK atau asuransi dari gaji, tambahkan kembali: iuran pensiun masuk ke pos tabungan dan premi asuransi ke kebutuhan.

Apa saja isi setiap pos

Kebutuhan (50%)

Sewa kos atau kontrakan, cicilan KPR, listrik dan air, belanja dapur, transportasi (bensin, KRL, TransJakarta, atau ojek daring), pulsa dan paket data, iuran BPJS Kesehatan, biaya sekolah anak, dan cicilan minimum semua utang. Banyak keluarga juga memasukkan kiriman rutin untuk orang tua ke pos ini.

Keinginan (30%)

Nongkrong di kafe, makan di luar, langganan streaming, liburan, hobi, belanja saat promo tanggal kembar, dan bagian “naik kelas” dari setiap pembelian, misalnya ponsel model terbaru padahal yang lama masih layak.

Tabungan dan pelunasan utang (20%)

Dana darurat, investasi seperti reksa dana atau SBN ritel, DPLK, tabungan untuk DP rumah atau biaya pendidikan, dan pembayaran utang di atas cicilan minimum.

Bagi yang menunaikan zakat penghasilan 2,5% atau rutin bersedekah, banyak orang menyisihkannya lebih dulu, lalu membagi sisanya dengan aturan ini.

Contoh perhitungan

Dengan penghasilan bersih Rp 7.000.000 per bulan, aturan ini memberi Rp 3.500.000 untuk kebutuhan, Rp 2.100.000 untuk keinginan, dan Rp 1.400.000 untuk tabungan. Setahun, itu Rp 42 juta, Rp 25,2 juta, dan Rp 16,8 juta. Jika sewa, listrik, belanja dapur, transportasi, dan cicilan minimum Anda totalnya Rp 4 juta, pos kebutuhan kelebihan Rp 500 ribu, jadi pangkas keinginan atau cari cara menekan biaya tetap.

Penghasilan bersihKebutuhanKeinginanTabunganDitabung per tahun
Rp 3.000.000Rp 1.500.000Rp 900.000Rp 600.000Rp 7.200.000
Rp 5.000.000Rp 2.500.000Rp 1.500.000Rp 1.000.000Rp 12.000.000
Rp 7.500.000Rp 3.750.000Rp 2.250.000Rp 1.500.000Rp 18.000.000
Rp 10.000.000Rp 5.000.000Rp 3.000.000Rp 2.000.000Rp 24.000.000

Jika gaji masih di sekitar UMR atau biaya hidup tinggi

Di kota besar, sewa tempat tinggal saja bisa menghabiskan sebagian besar jatah 50%. Dengan gaji di kisaran upah minimum, kebutuhan pokok sering memakan lebih dari separuh penghasilan. Anggap aturan ini titik awal, bukan ujian lulus atau gagal:

Langkah memulai

  1. Catat pengeluaran satu atau dua bulan dari mutasi rekening, e-wallet, dan kartu kredit.
  2. Kelompokkan setiap pengeluaran ke kebutuhan, keinginan, atau tabungan.
  3. Bandingkan dengan target, lalu pilih satu atau dua perubahan.
  4. Pasang autodebet tabungan di hari gajian supaya menabung terjadi lebih dulu.
  5. Bangun dana darurat, lunasi utang berbunga tinggi dengan kalkulator pelunasan kartu kredit, lalu siapkan masa tua dengan kalkulator dana pensiun. THR dan bonus bisa langsung dialokasikan ke ketiga tujuan itu.

Ini pedoman umum menyusun anggaran, bukan nasihat keuangan pribadi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Aturan 50/30/20 memakai gaji kotor atau bersih?

Gaji bersih, yaitu yang benar-benar diterima setelah PPh 21 dan potongan BPJS. Tambahkan kembali potongan yang sebenarnya tabungan, seperti iuran DPLK, agar terhitung di pos tabungan.

Cicilan utang masuk pos mana?

Cicilan minimum yang wajib dibayar masuk kebutuhan. Pembayaran di atas minimum untuk melunasi lebih cepat masuk pos tabungan dan pelunasan utang 20%.

Bagaimana jika kebutuhan saya lebih dari 50%?

Itu wajar di kota dengan biaya hidup tinggi atau pada gaji di kisaran UMR. Coba pembagian 60/20/20 atau 70/20/10, lalu perlahan tekan biaya tetap terbesar seperti tempat tinggal dan transportasi.

Di mana posisi zakat dan sedekah?

Banyak orang menyisihkan zakat penghasilan dan sedekah lebih dulu, lalu membagi sisanya dengan aturan 50/30/20. Bisa juga dimasukkan ke pos kebutuhan bila dianggap kewajiban rutin.

Bagaimana menganggarkan penghasilan yang tidak tetap?

Susun anggaran dari penghasilan pada bulan yang sepi, bukan rata-rata. Pada bulan yang ramai, kirim kelebihannya ke tabungan lebih dulu agar bulan sepi tetap tertutup.

Pasang kalkulator ini di situs Anda

Gratis untuk situs web atau blog mana pun. Tempel kode ini di tempat kalkulator ingin ditampilkan:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026

Menu

Kategori

Kalkulator keuangan13 kalkulatorKalkulator bisnis dan belanja5 kalkulatorKalkulator kesehatan dan kebugaran6 kalkulatorKalkulator matematika dan sekolah6 kalkulatorKalkulator tanggal dan waktu6 kalkulatorHitung mundur ke hari-hari penting8 kalkulatorAlat bantu sehari-hari4 kalkulator

CalcWorthy

Tentang kamiKontakKebijakan privasiSyarat penggunaan

Bahasa

Bahasa
Bahasa IndonesiaIndonesianEnglishEnglishالعربيةArabicDeutschGermanEspañolSpanishFrançaisFrenchहिन्दीHindiItalianoItalian日本語Japanese한국어KoreanNederlandsDutchPolskiPolishPortuguêsPortugueseРусскийRussianTürkçeTurkishTiếng ViệtVietnamese