Cara memakai alat terbilang
- Ketik angkanya. Tulis seperti biasa di Indonesia — titik sebagai pemisah ribuan dan koma untuk desimal: 2.950.000, 2950000, dan 1.250.000,50 semuanya terbaca benar. Ketik tanpa “Rp”. Angka terbesar yang bisa diubah adalah 999.999.999.999.999 (hampir seribu triliun).
- Pilih bentuknya. Nominal uang menulis jumlah uang lengkap dengan “rupiah” dan, bila ada, “sen”. Kata mengeja bilangan apa adanya, termasuk angka di belakang koma. Bilangan tingkat memberi bentuk urutan: pertama, kedua, kedua puluh satu.
- Atur huruf dan salin. Pilih huruf kecil, kapital di awal, kapital tiap kata, atau huruf besar semua, lalu tekan Salin. Untuk dolar AS, ringgit Malaysia, atau dolar Singapura, ganti Mata uang.
Aturan menulis angka dengan huruf
Bahasa Indonesia membaca bilangan per kelompok tiga angka, masing-masing diikuti nama kelasnya: ribu, juta, miliar, triliun. Jadi 7.045.300 dibaca tujuh juta empat puluh lima ribu tiga ratus. Beberapa hal yang sering membuat ragu:
- Awalan se- untuk satu. Angka satu di depan puluh, belas, ratus, dan ribu ditulis dengan se-: sepuluh, sebelas, seratus, seribu. Di depan juta, miliar, dan triliun dipakai “satu”: undang-undang menulis satu juta, satu miliar, dan satu triliun.
- Ditulis terpisah. Setiap unsur adalah kata tersendiri: dua belas, tiga puluh, lima ribu — contoh resmi dari PUEBI — bukan “duabelas” atau “tigapuluh”.
- Miliar, bukan milyar. Bentuk baku dalam KBBI adalah miliar (109) dan triliun (1012). Di atasnya ada kuadriliun, yang dipakai misalnya dalam undang-undang APBN.
- Angka desimal. Dalam pilihan Kata, angka di belakang koma dibacakan satu per satu: 3,14 menjadi tiga koma satu empat. Cara ini tidak mungkin salah tafsir, berapa pun jumlah angkanya.
Terbilang rupiah untuk kuitansi
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI, Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015; sejak 2022 diperbarui menjadi EYD Edisi V) menyebutkan bahwa bilangan ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam peraturan perundang-undangan, akta, dan kuitansi. Contoh resminya:
Telah diterima uang sebanyak Rp2.950.000,00 (dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) untuk pembayaran satu unit televisi.
Untuk jumlah yang memakai sen, PUEBI memberi contoh Rp900.500,50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen): rupiahnya ditulis lebih dulu, lalu sennya. Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Pasal 3, satu rupiah adalah seratus sen. Uang sen memang sudah lama tidak dipakai berbelanja, tetapi angka sen masih bisa muncul pada bunga bank, tagihan, atau hasil perhitungan pajak. Alat ini membulatkan angka di belakang koma ke sen terdekat.
| Angka | Terbilang | Contoh resmi |
|---|---|---|
| Rp125.000,00 | seratus dua puluh lima ribu rupiah | — |
| Rp1.500.000,00 | satu juta lima ratus ribu rupiah | — |
| Rp2.950.000,00 | dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah | PUEBI 2015 (kuitansi) |
| Rp5.000.000,00 | lima juta rupiah | PUEBI 2015 |
| Rp900.500,50 | sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen | PUEBI 2015 (dengan sen) |
| Rp11.000.000,00 | sebelas juta rupiah | — |
| Rp200.000.000,00 | dua ratus juta rupiah | UU 7/2011, Pasal 33 |
| Rp1.000.000.000,00 | satu miliar rupiah | UU 7/2011, Pasal 35 |
| Rp1.200.000.000.000,00 | satu triliun dua ratus miliar rupiah | UU 22/2011 (APBN 2012) |
Tips mengisi kuitansi:
- Tulis angkanya dengan Rp tanpa spasi dan dua angka sen, seperti contoh PUEBI: Rp2.950.000,00.
- Tulis terbilang selengkapnya, jangan disingkat menjadi “2,95 jt”, dan pastikan angka dan hurufnya menyebut jumlah yang sama persis.
- Mulai menulis dari ujung kiri kolom terbilang dan tutup sisa ruang kosong dengan garis, supaya tidak bisa ditambahi kata lain.
- Di dalam kalimat, terbilang dalam kurung ditulis dengan huruf kecil seperti contoh di atas. Di kolom “Terbilang” atau “Uang sejumlah” pada formulir kuitansi, banyak orang memakai kapital tiap kata; pilih saja di Huruf.
Bilangan tingkat: kedua, ke-2, atau II
PUEBI membolehkan tiga cara menulis bilangan tingkat: abad XX, abad ke-20, dan abad kedua puluh. Dengan angka, ke- diberi tanda hubung (ke-2, ke-21); dengan huruf, ke- langsung disambung dengan katanya (kedua, kesebelas, keseratus). Untuk urutan pertama, kata yang lazim adalah pertama. Pilihan Bilangan tingkat memberi bentuk huruf sekaligus bentuk singkatnya, misalnya kedua puluh satu dan ke-21.
Terbilang di Excel
Microsoft Excel tidak punya fungsi terbilang bahasa Indonesia bawaan (fungsi bawaan yang mirip, BAHTTEXT, hanya untuk bahasa Thai), sehingga untuk banyak baris sekaligus orang biasanya memakai add-in atau makro. Untuk satu-dua kuitansi, cara yang lebih cepat: ketik angkanya di sini, salin hasilnya, lalu tempel ke sel atau dokumen Anda.
Semua perhitungan berjalan di peramban Anda; angka yang Anda ketik tidak dikirim ke mana pun. Butuh angka Romawi? Pakai pengubah angka Romawi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana terbilang Rp1.000.000?
Satu juta rupiah. Di depan juta, miliar, dan triliun dipakai “satu” — undang-undang menulis satu juta, satu miliar, dan satu triliun. Sebaliknya 1.000 ditulis seribu, 100 seratus, dan 10 sepuluh.
Bagaimana menulis sen dalam terbilang?
Setelah kata rupiah, sebutkan jumlah sennya: Rp900.500,50 ditulis sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen — contoh resmi dalam PUEBI. Satu rupiah sama dengan seratus sen (UU Nomor 7 Tahun 2011, Pasal 3).
Yang benar miliar atau milyar?
Miliar. Itulah bentuk baku dalam KBBI dan bentuk yang dipakai dalam undang-undang, misalnya “satu miliar rupiah”. Milyar adalah bentuk tidak baku.
Apakah terbilang ditulis dengan huruf kapital?
Dalam kalimat, terbilang di dalam kurung ditulis dengan huruf kecil, seperti contoh PUEBI “(dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah)”. Di kolom terbilang kuitansi, kapital tiap kata atau huruf besar semua juga lazim dipakai. Alat ini menyediakan keempat pilihan.
Berapa angka terbesar yang bisa diubah?
999.999.999.999.999, yaitu sembilan ratus sembilan puluh sembilan triliun lebih. Mulai seribu triliun (1.000.000.000.000.000) dipakai kata kuadriliun, seperti dalam undang-undang APBN.
Ditulis ke-2 atau kedua?
Keduanya benar menurut PUEBI. Dengan angka, pakai ke- dan tanda hubung: ke-2, ke-20. Dengan huruf, tanpa tanda hubung: kedua, kedua puluh. Angka Romawi juga boleh, seperti Perang Dunia II.
Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2026