Cara memakai konverter
- Pilih arah konversi: Masehi ke Hijriah, atau Hijriah ke Masehi.
- Masukkan tanggal: pilih tanggal Masehi di kalender (otomatis berisi tanggal hari ini), atau ketik tanggal Hijriah, pilih bulannya, lalu isi tahunnya.
- Baca hasilnya: tanggal hasil konversi, penulisannya dalam aksara Arab seperti pada kop surat pesantren atau undangan walimah, nama hari beserta pasarannya, lalu tabel awal setiap bulan dan jumlah harinya pada tahun Hijriah tersebut.
Jika Anda memasukkan tanggal yang tidak ada, misalnya 30 Ramadan pada tahun ketika Ramadan hanya 29 hari, konverter akan memberi tahu dan menyebutkan tanggal 1 bulan berikutnya, bukan menebak.
Cara kerja kalender Hijriah
Kalender Hijriah dihitung sejak hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M, dan penanggalannya mulai dipakai resmi pada masa Khalifah Umar bin Khattab dengan Muharam sebagai bulan pertama. Kalender ini murni lunar: dua belas bulan yang masing-masing berumur 29 atau 30 hari, sehingga setahun hanya 354 atau 355 hari, kira-kira 11 hari lebih pendek daripada tahun Masehi. Karena itu Ramadan maju sekitar 11 hari setiap tahun dan melewati semua musim dalam kurang lebih 33 tahun. Contohnya, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, sedangkan 1 Ramadan 1448 H jatuh pada 8 Februari 2027, hanya 355 hari kemudian.
Hari dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam, bukan tengah malam. Malam 1 Ramadan, saat salat tarawih pertama, adalah malam selepas magrib pada hari terakhir Syakban.
| # | Bulan | Hari penting di Indonesia |
|---|---|---|
| 1 | Muharam | Tahun Baru Islam tanggal 1 (libur nasional), bertepatan dengan malam Satu Suro di Jawa; Asyura tanggal 10; salah satu bulan haram |
| 2 | Safar | |
| 3 | Rabiulawal | Maulid Nabi Muhammad saw. tanggal 12 (libur nasional) |
| 4 | Rabiulakhir | |
| 5 | Jumadilawal | |
| 6 | Jumadilakhir | |
| 7 | Rajab | Isra Mikraj tanggal 27 (libur nasional); salah satu bulan haram |
| 8 | Syakban | Nisfu Syakban tanggal 15; di Jawa disebut bulan Ruwah, musim nyadran |
| 9 | Ramadan | Bulan puasa; Nuzulul Quran tanggal 17, Lailatulkadar di sepuluh malam terakhir |
| 10 | Syawal | Idulfitri tanggal 1 dan 2 (libur nasional); Lebaran Ketupat tanggal 8 di banyak daerah |
| 11 | Zulkaidah | Salah satu bulan haram |
| 12 | Zulhijah | Musim haji; Hari Arafah tanggal 9, Iduladha tanggal 10 (libur nasional), hari tasyrik 11–13; salah satu bulan haram |
Perkiraan cepat tanpa kalkulator
Untuk menaksir tahun, pakai rumus kasar H ≈ (M − 622) × 33 ÷ 32 dan M ≈ H × 32 ÷ 33 + 622, dengan H tahun Hijriah dan M tahun Masehi. Contohnya, (2026 − 622) × 33 ÷ 32 ≈ 1447,9, jadi tahun 2026 berada di antara 1447 dan 1448 H. Rumus ini hanya memberi tahun dan bisa meleset satu tahun di sekitar pergantian tahun; tanggal dan bulan yang tepat butuh tabel kalender seperti yang dipakai konverter ini.
Umm al-Qura, sidang isbat, dan hisab
Tidak ada satu kalender Hijriah yang dipakai seragam di seluruh dunia Islam. Kalender hitungan seperti Umm al-Qura menetapkan awal setiap bulan jauh hari berdasarkan perhitungan astronomi untuk Makkah, dan dipakai Arab Saudi untuk urusan resmi. Di Indonesia, Kementerian Agama menyusun kalender Hijriah sendiri dengan kriteria MABIMS (tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat), lalu menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dalam sidang isbat setelah rukyatul hilal di berbagai titik pengamatan. Muhammadiyah memakai hisab, perhitungan astronomi, sehingga tanggalnya sudah diumumkan jauh hari, sedangkan Nahdlatul Ulama berpegang pada rukyat. Hasilnya sering sama, tetapi bisa berselisih satu hari. Untuk ibadah, ikuti ketetapan pemerintah atau organisasi yang Anda ikuti.
Perbedaan ini juga terlihat pada tanggal bersejarah. Menurut tabel Umm al-Qura, Jumat, 17 Agustus 1945, hari Proklamasi Kemerdekaan, jatuh pada 10 Ramadan 1364 H, sedangkan dalam catatan sejarah Indonesia hari itu lazim disebut 9 Ramadan 1364 H.
Pasaran dan kalender Jawa
Selain nama hari, hasil konversi menampilkan pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon, siklus lima hari kalender Jawa yang masih tercetak di banyak kalender dinding. Gabungan hari dan pasaran, misalnya Jumat Legi atau Selasa Kliwon, disebut weton, dan masih dipakai sebagian masyarakat untuk menandai hari lahir atau memilih hari baik untuk hajatan.
Kalender Jawa disusun Sultan Agung dari Mataram dengan memadukan tahun Saka dan bulan-bulan Hijriah: 1 Sura tahun Alip 1555 jatuh pada Jumat Legi, 8 Juli 1633. Nama bulannya mengikuti bulan Hijriah, misalnya Sura untuk Muharam, Mulud untuk Rabiulawal, Ruwah untuk Syakban, Pasa untuk Ramadan, dan Besar untuk Zulhijah. Pergantian hari dalam tradisi Jawa juga terjadi saat matahari terbenam, sehingga "malam Jumat Kliwon" adalah Kamis malam.
Sumber tanggal
Aturan Umm al-Qura sudah beberapa kali diubah secara resmi, sehingga tidak ada satu rumus yang bisa menghasilkan ulang kalender historisnya. Konverter ini memakai awal bulan sebagaimana diterbitkan: pengumuman surat kabar Umm al-Qura untuk 1343–1355 H, kalender pembanding resmi untuk 1356–1450 H, dan proyeksi King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) untuk 1451–1500 H, seperti dihimpun proyek sumber terbuka HijriDate. Setiap hari dari 1420 sampai 1500 H sudah kami cocokkan dengan kalender Umm al-Qura di Microsoft .NET, dan hasilnya sama persis. Tabel Umm al-Qura bawaan pustaka ICU, yang dipakai sebagian besar peramban, berbeda pada sekitar sepertiga hari dalam rentang 1451–1500 H, jadi tidak kami gunakan. Ada pula 8 bulan antara 1343 dan 1364 H yang diumumkan resmi berjumlah 28 atau 31 hari, dan konverter mempertahankannya apa adanya. Situs resmi kalender ini adalah ummulqura.org.sa.
Tanggal penting 1448–1453 H menurut Umm al-Qura
| Tahun | Tahun Baru Islam | Awal Ramadan | Idulfitri | Iduladha |
|---|---|---|---|---|
| 1448 H | 16 Juni 2026 | 8 Februari 2027 | 9 Maret 2027 | 16 Mei 2027 |
| 1449 H | 6 Juni 2027 | 28 Januari 2028 | 26 Februari 2028 | 5 Mei 2028 |
| 1450 H | 25 Mei 2028 | 16 Januari 2029 | 14 Februari 2029 | 24 April 2029 |
| 1451 H | 14 Mei 2029 | 5 Januari 2030 | 4 Februari 2030 | 13 April 2030 |
| 1452 H | 3 Mei 2030 | 26 Desember 2030 | 24 Januari 2031 | 2 April 2031 |
| 1453 H | 23 April 2031 | 15 Desember 2031 | 14 Januari 2032 | 22 Maret 2032 |
Di Indonesia, awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha bisa jatuh sehari kemudian sesuai keputusan sidang isbat. Untuk menghitung sisa hari menuju tanggal mana pun, gunakan kalkulator selisih tanggal, atau langsung buka hitung mundur berapa hari lagi puasa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Tanggal berapa Hijriah hari ini?
Pilih “Masehi → Hijriah”; kolom tanggal otomatis berisi tanggal hari ini, jadi hasilnya langsung tampil. Ingat, tanggal Hijriah berganti saat magrib, sehingga setelah matahari terbenam yang berlaku sudah tanggal berikutnya.
Mengapa hasilnya kadang beda sehari dengan kalender di rumah?
Kalender dinding di Indonesia umumnya mengikuti kalender Hijriah Kementerian Agama atau ormas tertentu, sedangkan konverter ini memakai Umm al-Qura dari Arab Saudi. Kriteria awal bulannya berbeda, sehingga tanggalnya bisa selisih satu hari, sesekali dua.
Bisakah konverter ini dipakai untuk menentukan awal puasa dan Lebaran?
Hanya sebagai perkiraan. Awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha di Indonesia ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat, sementara Muhammadiyah mengumumkan tanggalnya sendiri berdasarkan hisab. Untuk ibadah, ikuti pengumuman resmi.
Bagaimana mengubah tanggal lahir Hijriah ke Masehi?
Pilih “Hijriah → Masehi”, lalu masukkan tanggal, bulan, dan tahun seperti di dokumen Anda. Karena tahun Hijriah lebih pendek, ulang tahun Hijriah Anda maju sekitar 11 hari setiap tahun Masehi. Untuk umur yang tepat, pakai kalkulator umur.
Apa itu pasaran, dan bagaimana mengetahui weton?
Pasaran adalah siklus lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Weton adalah gabungan hari dan pasaran saat seseorang lahir. Pilih “Masehi → Hijriah”, masukkan tanggal lahir, lalu lihat baris hari dan pasaran, misalnya Jumat Legi. Jika lahir setelah magrib, tradisi Jawa menghitungnya sebagai hari berikutnya.
Rentang tanggal apa saja yang bisa dikonversi?
Dari 1 Muharam 1343 H (1 Agustus 1924) sampai akhir tahun 1500 H (16 November 2077), sesuai cakupan sumber resmi Umm al-Qura.
Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2026